Raga Yang Hilang, Jiwa Yang Pulang, Datanglah Mari Berbincang!


Tadi malam kita mencoba untuk memanggil Aksa, saksi bisu dari tragedi peristiwa 'Makan Bayi' yg meneror satu desa di ketinggian Jawa Barat yg disebabkan oleh sosok dgn julukan "Wanita Setan".

Aroma semerbak dupa menyengat hidung. Tinta merah menggores mantera pemanggil diatas kertas. seluruh lampu padam, hanya lilin di hadapan yg menjadi satu-satunya sumber penerangan.

Hening, Kedua mata berfokus pada satu objek mediumisasi yang berdiri tegak terlapisi kain putih

Ritual ini dipimpin oleh Aki. Sedangkan saya dan mas thur duduk satu baris dibelakang Aki. Titik tengah di antara kedua mata kami diolesi minyak, rasanya panas.

Mulanya biasa saja, tetapi ketika Aki memulai ritual, kepala kami terasa pening yang mana kian lama semakin berat.

"fokus!" Tegur Aki.

Sekuat tenaga kami mempertahankan fokus yang terganggu oleh tekanan di kepala, sedangkan mas thur merasakan sesak di dada.

"Raga yang hilang, Jiwa yang pulang. Datang, Datang!" "Ucapkan terus dalam hati, jangan putus" perintah Aki.

Kami mengikuti perintah dari Aki. lalu, Asap dupa pun memenuhi ruangan, suhu mendadak dingin. Tekanan dikepala dan didada semakin membuat kami tidak nyaman.

Dalam gelap, aku melihat medium berkain putih itu bergeser arah, tiba-tiba dia menjadi memiliki dua buah mata dan menatapku.

Aku mencoba terus fokus dan mempertahankan keberanian. Suhu semakin dingin, menandakan sebentar lagi frekuensi kami dengan 'dia' akan menyatu menjadi 1 frekuensi, tahapan yang kami tunggu.

Wajah medium itu terus berubah-ubah menjelma wujud anak-anak namun berwajah tua, atau Wujud nenek-nenek berbadan mungil, entahlah. Yang jelas kami terus berusaha sekuat tenaga menjaga fokus pikiran dan nyali agar tidak ciut mendadak.

"Ayah, ayah, ayah." Terdengar suara anak kecil, bergema. Suara itu terus memanggil berulang membuat sekujur tubuhku merinding.

Bulu kudukku meremang, sosok yang dipanggil datang. Dia lah Aksa, saksi bisu dari peristiwa puluhan tahun silam, tentang "wanita setan" yang meneror warga di salah satu desa di ketinggian Jawa Barat.

Konon katanya sosok 'wanita setan' itu memakan ari-ari/Bali bayi baru lahir yang menyebabkan anak tersebut meninggal mendadak kemudian. Sosoknya melegenda dan menjadi momok menakutkan bagi setiap ibu hamil di desa tersebut bahkan sampai sekarang.

Aksa adalah khodam berwujud anak-anak yang merupakan saksi bisu, bahkan dia salah satu yang berperan dalam upaya menghentikan teror 'wanita setan' tersebut kala itu.

*Aki pun berusaha berkomunikasi dengan Aksa...

"Kamu berhasil atau gagal menghentikan dia?" Tanya Aki pada Aksa.

"Gagal" jawab Aksa.

Aksa pun kemudian memberikan vision penggambaran peristiwa kala itu pada Aki.

Disebuah desa yang berada di kaki gunung yang didominasi oleh rumah-rumah semi permanen. hampir setiap pintu mereka digantungi bawang putih karena dipercaya dapat melindungi mereka dari kehadiran roh jahat.

"wanita setan balik lagi, dia makan anak lagi!" seorang warga berteriak panik membawa obor, lari telanjang kaki entah menuju kemana.

Aki menyusul namun tak terkejar, Aksa membawa Aki ke suatu tempat yg mana merupakan deretan kuburan basah yg diketahui didominasi oleh jasad bayi.

Aki terkejut miris kemudian bertanya, "Siapa yang menyebabkan ini semua?"

Aksa hening sejenak, Aki sudah dibawa ke tempat berbeda di pelataran rumah warga, Dengan wajah gemetar, Aksa menunjuk ke arah belakang Aki. Aki pun menoleh perlahan.

*Betapa terkejutnya Aki ....

Saat melihat sesosok wanita dibelakang nya berpakaian suster ala jaman dulu. bola matanya putih semua, kakinya telanjang, giginya bertaring dan mulutnya yang sobek penuh dengan darah.

Dia sedang jongkok dihadapan tanah galian kecil (kuburan Bali) sambil memakan ari-ari bayi.

Sosok makhluk wanita bengis itu memakan ari-ari/Bali seperti binatang kelaparan. Pemandangan yang cukup ngeri, Aksa mengumpat di belakang Aki seperti ketakutan.

Tiba-tiba, wanita itu menoleh ke arah Aki. Makhluk itu bergerak cepat hendak menerkam Aki.

"Astagfirullah" ucap Aki tersentak sadar, dia kembali ke realita.

Aksa masih bersama kami, bersemayam dalam medium berlapisan kain putih yang kami siapkan. Tubuh aki bersimbah keringat seperti habis lari, suara napasnya bederu kencang.

Aku dan mas thur belum berani bertanya apa-apa saat itu, karena takut menganggu/memecah fokus Aki.

"Aksa, siapa sosok itu?" Tanya Aki.

"YATI" jawab Aksa

"Apa dia masih ada sampai sekarang?" tanya Aki lagi.

"Ada" jawab Aksa.

Aki tercengang. Aksa kemudian pergi dari medium kami secara tiba-tiba. Namun Aksa bersedia dipanggil kembali untuk menceritakan tentang sosok Yati yang sosoknya melegenda hingga saat ini. Aksa pun diduga Aki seperti masih memiliki urusan yang belum selesai dengan sosok Yati.

Usai Aki menceritakan apa yang dialaminya selama ritual, kamipun sepakat untuk mengulik lebih dalam tentang sosok Yati ini yang katanya masih 'ada' hingga sekarang.

Ketika dipanggil kembali, Aksa meminta syarat 4 rupa bunga, air 4 warna, dan minyak 4 aroma. Angka 4 disinyalir merupakan angka kelahiran Aksa ke semesta ini.

Setelah Aksa bersedia dipanggil kembali, penelurusan kami tentang sosok Yati inipun berlanjut. --- Bersambung ---

Baca lanjutan cerita nya di kisah ‘Wanita Setan’ pemakan ari-ari bayi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama