Cerita Horor: Akibat Menginjak Sesajen Di Pulau Bali


Jika kalian pernah ke pulau Bali atau bahkan berdomisli di pulau Bali, mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan Sesajen yang memang banyak sekali kita jumpai di tiap tiap depan bangunan ataupun disepanjang jalan trotoar.

Hal itu terbilang lumrah, karena di pulau Bali, Mayoritas penduduknya beragama Hindu yang di setiap kegiatan spiritual sepertinya mengharuskan adanya sesajen.

Dan dengan adanya semua itu, Bali memang bisa dikatakan sebagai pulau yang sangat exsotis. Karena selain menyuguhkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, di sana Kita juga bisa merasakan betapa kentalnya budaya dan adat yang masih dijaga erat oleh penduduk setempat.

Jadi, tidak heran jika pulau bali dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata bagi warga negara indonesia ataupun warga negara asing.

Begitu juga dengan diriku, Seorang warga asli jawa barat yang memilih untuk berlibur ke pulau tersebut karena terpikat dengan keindahannya.

Perkenalkan, namaku Arya dan istriku Luna.

Kami adalah sepasang suami istri yang bisa dikatakan masih baru saja berkeluarga.

Liburan waktu itu, adalah liburan yang memang sudah sangat lama kami nanti nantikan, sebuah liburan yang sengaja kami lakukan untuk sejenak keluar dari sibuknya pekerjaan.

Dan singkat cerita, Setelah hari yang kami sepakati telah tiba, akhirnya kamipun memulai liburan kami menuju pulau Dewata dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Meskipun jarak dari kotaku ke pulau Bali sangatlah jauh, hal itu menjadi tidak terasa ketika istriku menemaniku dengan sesekali mengajakku bercanda agar aku tidak bosan mengemudikan kendaraanku yang saat itu tetap melaju.

Dan setelah hampir 2 hari perjalanan, akhirnya kamipun sampai di Pulau yang memang sangat terkenal dengan wisatanya ini.

Dan lagi lagi, benar kata orang orang, selain menyajikan pemandangan dan wisata yang sangat memanjakan mata, disini juga sangat kental dengan budaya dan segala macamnya.

Hal itu terlihat dari sangat banyaknya kutemui warga lokal yang dengan anggun mengenakan pakaian adatnya lengkap dengan atributnya.

Mulai dari jarik khasnya serta ikat kepala yang membuat siapapun yang melihatnya pasti akan semakin betah tinggal disini.

Waktu itu, sesampainya aku di pulau tersebut, aku memang langsung mencari penginapan dan segera bersitirahat, karena selain badan sudah sangat letih, aku memang berniat memulai liburanku bersama istriku di keesokan harinya agar badanku terasa lebih segar.

Keesokan harinya, tentu saja aku langsung memulai liburanku dengan mengunjungi berbagai tempat wisata yang memang sangat banyak di pulau ini.

Bahkan, Semua kebahagiaanku saat itu rasanya sudah tidak bisa kugambarkan lagi.

Semuanya kunikmati dengan penuh suka cita ditambah dengan adanya istriku yang saat itu selalu setia menemani.

Namun nyatanya, kebahagiaanku di pulau tersebut tidaklah berlangsung lama.

*Pada hari ke 6 aku berada di Pulau itu..

waktu itu aku mengunjungi salah satu destinasi wisata yang mengharuskanku lebih berhati hati dan lebih sopan ketika memasuki kawasan wisata tersebut.

Hal itu dikuatkan ketika aku memasuki tempat tersebut, aku dan istriku langsung diarahkan oleh pemandu wisata untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tidak lupa memakai atribut yang memang sudah disediakan.

Mulai dari ikat kepala, selendang, hingga jarik, saat itu harus benar benar aku kenakan.

Karena ternyata, tempat yang ku kunjungi tersebut menurut bapak bapak pemandu wisata adalah tempat yang sangat suci.

Tidak berhenti disitu saja, saat itu aku juga sempat melihat adanya beberapa warga sekitar yang juga tengah melakukan kegiatan spiritual.

Dan setelah aku melakukan semua arahan dari pemandu wisata tersebut, akhirnya akupun masuk dan menikmati wisata serta pemandangan alam yang saat itu disajikan memang sangatlah menakjubkan.

Di tempat tersebut, aku melihat banyak sekali bangunan yang sepertinya memang digunakan sebagai kegiatan spiritual, tapi yang membuat tempat ini istimewa adalah, tempat ini berada tepat di pinggir pantai dengan pemandangan laut yang sangat indah.

Bahkan, ditempat ini aku juga menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang memang menjadi ciri khas dari pulau bali ini sendiri.

Dan setelah puas berswafoto ria, akhirnya akupun kembali ke Hotel untuk segera beristirahat karena keesokan harinya aku memang berencana untuk kembali pulang karena pekerjaanku yang sudah sedari lama menungguku datang.

Namun ketika sampai di Hotel tempatku beristirahat, saat itulah aku pertama kali melihat ada yang aneh dengan istriku.

*Malam itu, aku melihat wajah istriku tiba tiba... 

berubah menjadi pucat seperti orang yang sedang sakit.

"Kamu kenapa sayang, kok pucet banget" ucapku kaget sambil membelai pelan pipinya,

"Gak tau aku yang, badanku tiba tiba lemas setelah dari tempat tadi" ucap istriku sambil mulai melepaskan satu persatu pakaiannya.

Tak ambil pusing, kamipun akhirnya berisitirahat.

Keesokan harinya, akupun memutuskan untuk segera kembali pulang mengingat keadaan istriku yang saat itu memang terlihat kurang enak badan.

Selama perjalanan pulang, fikiranku sudah tidak karuan, karena istriku yang sebelumnya ceria, waktu itu tiba tiba berubah menjadi pendiam.

Dan puncaknya, semua keanehan tersebut bermula sejak kami baru saja meninggalkan pulau Bali dan baru menginjak di Pulau jawa.

Malam itu, aku memang sempat mendengar istriku yang tiba tiba mengeluh sakit di bagian kepalanya.

"Kepalaku kok tiba tiba pusing ya yang" ucapnya,

"Mungkin kamu mabuk laut yang, kan kita baru saja turun dari kapal Ferry" ucapku sambil terus melanjutkan perjalananku.

Dan setelah beberapa jam aku berjalan dan kelelahan, akhirnya akupun memutuskan untuk bermalam di salah satu penginapan yang ada di pinggir pantai di daerah Situbondo Jawa Timur.

Sesampainya di penginapan, saat itu pertama kalinya aku melihat keanehan yang ada di dalam tubuh Istriku.

Malam itu, ketika aku melihat istriku ganti baju, aku melihat seluruh tubuhnya dipenuhi luka memar yang entah dari mana datangnya.

Melihat hal itu, tentu saja aku seketika terkejut dan segera mendekatinya untuk memastikan jika apa yang saat itu aku lihat tidaklah berbahaya.

"Loh.. seluruh tubuhmu kok lebam lebam gini yank, kamu kenapa?" Ucapku kaget....
"Gak tau nih yang, tapi gapapa kok, gak sakit juga" jawabnya pelan sambil terus berjalan kearah ranjang dan akhirnya dia pun beristirahat.

"Kok aneh ya, wajah istriku kok kelihatan semakin pucat" fikirku,

Namun karena istriku menganggap hal itu tidak berbahaya, akhirnya akupun mencoba terus berfikiran positif dan duduk di teras kamar sambil mulai menyalakan sebatang rokok.

Dan belum lama aku duduk dan memandangi air laut yang saat itu sedang pasang, malam itu tiba tiba aku melihat ada sesosok nenek nenek yang entah dari mana datangnya tiba tiba terlihat melintas di depanku sambil menatapku sayu.

Melihat nenek tersebut menatapku, akupun membalas tatapannya dengan senyuman layaknya memberi hormat kepada orang tua.

*Namun anehnya, nenek itu tiba-tiba berhenti... 

Tepat di depan kamarku sambil terus memperhatikanku aneh seolah beliau melihat ada yang salah di dalam diriku.

Melihat hal itu, akupun yang sebelumnya duduk tenang, waktu itu tentu saja langsung berdiri dan menghampiri nenek nenek tersebut seraya memberi hormat.

"Malam nek, mau kemana" ucapku mendekatinya sambil sedikit menundukkan kepalaku agar lebih terlihat sopan.

Namun sayangnya, nenek nenek tersebut sama sekali tidak menjawab pertanyaanku dan mengalihkan pandangannya ke arah istriku yang saat itu masih tertidur didalam kamar.

Malam itu, aku memang sengaja tidak menutup Gorden kamarku.

Hal itulah yang akhirnya membuat siapapun yang kebetulan sedang berada di depan kamarku, pasti juga bisa melihat kearah dalam kamarku.

Semua itu memang sengaja kulakukan agar aku bisa terus mengawasi istriku meskipun aku tidak sedang berada didalam kamar.

Tapi, malam itu melihat tatapan nenek tersebut yang terlihat sangatlah aneh, tentu saja membuat aku seketika kebingungan dengan apa yang sebenarnya nenek nenek tersebut lihat.

"Nenek lihat apa.. itu istri saya nek, lagi istirahat" tanyaku sopan.

Malam itu, aku masih ingat dengan sangat jelas, mulai dari wajah hingga pakaian yang di kenakkan oleh nenek nenek tersebut sangat lah khas, layaknya nenek nenek jawa kuno.

Rambutnya yang diikat rapi dengan baju warna kuning yang sudah sedikit pudar, membuatku waktu itu berfikir jika si nenek nenek tersebut adalah penduduk asli sini.

Dan belum selesai aku memperhatikan nenek nenek tersebut, tiba tiba beliau mengucapkan kata kata jawa halus yang akupun kesulitan untuk memahaminya.

Namun beberapa kata yang masih kuingat hingga saat ini adalah, mbaurekso, ngelamak, diidek idek, di gondol, mati, dan melok moleh.

Kata kata tersebut terselip diantara ucapan panjang yang akupun tidak faham maksud dan artinya,

Hal itu bisa dibilang wajar karena aku memang bukan berasal dari jawa timur.

(Melihat kata kata yang terselip, menurut penulis, ucapan nenek nenek tersebut sepertinya berisi sebuah peringatan keras).

Karena aku tidak mengerti ucapan beliau, malam itu aku hanya mengangguk angguk sambil tersenyum dengan tanganku yang merogoh kantong celanaku untuk mengambil sedikit uang dan ingin berbagi rejeki.

Namun anehnya, ketika aku hendak memberikan uang kepada nenek nenek tersebut, tiba tiba nenek nenek tersebut melanjutkan langkahnya dengan tidak menghiraukanku sama sekali.

Dan tidak berhenti disitu saja, Ketika nenek tersebut berjalan meninggalkanku, aku seketika mencium aroma wangi yang sangat luar biasa yang saat itu akupun tidak tau asalnya.

Dan setelah kepergian nenek nenek tersebut, akupun memilih untuk tidak terlalu menghiraukannya dan memilih untuk berjalan sedikit kearah laut yang saat itu memang tepat berada di depan kamarku.

Setelah puas menikmati pemandangan laut malam, akhirnya akupun berniat kembali masuk kedalam untuk segera mengistirahatkan badanku,

Namun sayangnya, ketika aku membalikkan badanku dan melihat kearah kamarku.

*Malam itu aku sangat terkejut...

Jantungku yang sebelumnya berdetak tenang, waktu itu seketika berubah menjadi berdetak kencang disertai dengan tubuhku yang gemetar tidak karuan.

Benar sekali, .alam itu aku melihat dengan sangat jelas dari kejauhan, ada sosok tinggi besar dengan seluruh badan yang dipenuhi dengan bulu bulu hitam.

Sosok tersebut terlihat berdiri tegak tepat disamping istriku beristirahat.

Melihat hal itu, tentu saja aku seketika berlari menuju kamarku yang saat itu memang berada sedikit jauh dariku.

Masih sangat teringat jelas dikepalaku, ketika aku semakin dekat dengan kamarku, malam itu aku benar benar semakin bisa melihat sosok tersebut dengan sangat jelas.

Wajahnya, bulunya, posturnya dan segala macamnya, saat itu benar benar terlihat sangat menakutkan.

Namun anehnya, ketika aku sampai di depan kamarku dan membuka pintunya, sosok tersebut tiba tiba menghilang begitu saja.

Awalnya aku memang sempat mengira jika itu adalah halusinasiku, namun setelah aku melihat adanya bekas sisa seperti air liur yang tercecer di lantai, akupun sangat yakin jika apa yang kulihat barusan bukanlah halusinasiku dan memang benar ada sesuatu yang sudah menghampiri istriku.

Mengetahui hal itu, tentu saja aku seketika mengunci pintu kamarku dan tidur memeluk istriku.

Namun sayangnya, belum lama aku tertidur, tiba tiba aku dikejutkan dengan adanya suara berisik yang berasal dari dalam kamarku.

Suara tersebut sangatlah menganggu hingga akhirnya aku terbangun dari tidurku,

Ketika aku bangun, aku sangat terkejut bukan main karena saat itu aku melihat istriku duduk diam sambil menoleh kekanan dan kekiri secara perlahan.

Mengetahui hal itu, tentu saja aku langsung kaget dan segera memegang tubuh istriku sambil berusaha menyadarkannya.

"sayang....bangun yang" teriakku sambil menggoyang goyangkan tubuhnya.

Dan tidak lama kemudian, akhirnya istrikupun bangun dengan keadaan yang terlihat kebingungan.

"Aduh yang.. kepalaku sakit" ucap istriku,

"kamu kenapa yang... ya allah " ucapku cemas,

"Aku sepertinya mimpi buruk" jawab istriku,

"Yaudah yuk tidur lagi, jangan lupa berdoa sebelum tidur" ajakku.

Malam itu, setelah keadaan sudah kembali tenang, akhirnya kami berdua pun kembali tidur karena waktu yang masih menunjukan pukul 02.00 pagi.

Karena fikiranku yang saat itu menjadi tidak karuan, akhirnya akupun tidak bisa tidur dengan tenang.

Malam itu, aku tetap membuka mataku namun dengan mematikan lampu kamarku agar istriku bisa tidur dengan nyenyak.

Dan tidak lama setelah itu, di tengah tengah gelapnya ruangan kamar yang disertai suara ombak laut yang terdengar semakin besar, aku tiba tiba melihat ada orang yang sepertinya sedang wara wiri di depan kamarku.

Meskipun saat itu aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, namun aku bisa memastikan jika sosok tersebut adalah perempuan yang ukuran tubuhnya lebih tinggi dari ukuran orang pada umumnya.

Hal itu terlihat dari bayangan tubuhnya yang terlihat lebih tinggi dari biasanya, ditambah rambutnya yang juga terlihat memanjang kebelakang.

Melihat hal itu, tentu saja seketika tubuhku gemetar tidak karuan dengan keringat yang kembali keluar bercucuran.

Dan tidak berhenti disitu saja, malam itu ketakutanku semakin menjadi jadi ketika aku melihat sosok tersebut tiba tiba nampak berhenti tepat didepan kamarku dan kepalanya seperti menoleh kearah kamarku.

Melihat hal itu, akupun seketika memeluk istriku sambil tubuhku yang tidak henti hentinya gemetar ketakutan.

Dan anehnya, ketika aku memeluk istriku, aku merasakan tubuh istriku saat itu sangatlah dingin seperti es.

Merasakan hal itu, tentu saja aku kembali terkejut dan seketika membangunkan istriku dengan perasaan yang sudah campur aduk tidak karuan.

"Yang... sayang.. bangun" Teriakku sambil menggoyang-goyangkan tubuh istriku.

Karena istriku tak kunjung bangun ditambah bayangan perempuan tersebut kini sudah memegangi jendela sambil terlihat mengintip kedalam kamarku, akupun memutuskan untuk segera berdiri dan menuju kearah dinding untuk menyalakan lampu agar ruangan di dalam kamar ini menjadi terang.

Namun anehnya, ketika lampu kamar sudah menyala, waktu itu aku tidak lagi melihat sosok bayangan hitam yang sebelumnya memang terlihat berdiri di depan kamar ini.

"Loh.. kok gak ada" fikirku dalam hati,

"Lihat siapa mas" ucap istriku yang saat itu tiba tiba sudah duduk sambil menatap kearahku dengan tatapan yang sangat menyeramkan.

Hingga kinipun aku masih bisa mengingatnya dengan jelas. malam itu aku seolah tidak mengenali istriku lagi, senyuman istriku yang saat itu diarahakan kepadaku, benar benar sangat aneh dan menyeramkan.

"Loh, kamu kok tiba tiba bangun.. kamu gak papa?" Tanyaku sambil duduk tepat disamping istriku,

"Kamu lihat apa, kamu cari siapa.. aku disini" ucapnya dengan nada suara yang sedikit lebih besar.

Dan tanpa menjawab perkataan istriku, akupun langsung bergegas mengemasi barang barangku dan berniat segera meninggalkan penginapan tersebut karena aku berfikir jika ada yang salah dengan semua ini.

"Ayo check out.. sepertinya ada yang ngikuti kita" ucapku sambil bergegas mengemasi barang barangku satu persatu.

*Namun anehnya, waktu itu istriku hanya...

Diam sambil melotot menatapi semua aktifitasku. Dan setelah semua barang barangku sudah kutata rapi, akupun bergegas keluar kamarku sambil menarik istriku yang saat itu memang masih membisu.

Dan tanpa memikirkan hal itu, akupun terus melangkahkan kakiku untuk segera pergi dari tempat tersebut

Dan setelah aku selesai mengembalikan kunci kamar, akhirnya akupun melanjutkan perjalanan dengan fikiran yang sudah sangat tidak karuan.

Sepanjang perjalanan pulang, aku sama sekali tidak melihat istriku mengeluarkan sedikitpun omongan.

Dia yang sebelumnya sangat ceria dan humoris, waktu itu berubah dengan hanya diam dengan tidak mau makan sedikitpun.

Setelah melakukan perjalanan panjang seharian, aku memutuskan untuk transit di Yogyakarta karena badanku yang saat itu sudah tidak kuat lagi mengemudi dan harus kembali beristirahat.

Dan setelah menemukan penginapan yang kurasa cocok dengan kantongku, akhirnya akupun menginap di salah satu hotel yang memang tidak jauh dari mallioboro.

Namun anehnya, ketika aku didalam hotel, aku lagi lagi melihat istriku yang bersikap semakin aneh saja.

Dia beberapa kali terlihat seolah sedang mengobrol dengan seseorang dan tidak jarang pula dia terlihat tertawa tawa sendiri seolah melihat hal yang sangat lucu.

Dan ketika aku menegurnya, lagi lagi dia hanya menatapku dengan tatapan yang sangat aneh seolah dia tidak mau diganggu.

Karena aku mulai khawatir dengan semua perilakunya, akhirnya akupun mencari informasi tentang orang pintar yang ada di sekitar Jogja karena aku menduga jika saat itu istriku sudah diikuti oleh makhluk yang tak kasat mata.

Dan setelah mendapatkan informasi dari petugas hotel, akupun akhirnya di antar ke daerah Bantul untuk mencari tau apa yang sebenarnya menimpa istriku.

sesampainya di rumah orang pintar tersebut, istrikupun langsung ditangani dan diobati.

Waktu itu, aku benar benar sudah tidak lagi melihat istriku sebagai orang yang normal

Dia sudah bertingkah aneh dengan sesekali menari nari tarian khas pulau Bali.

Dan setelah melakukan prosesi penyembuhan yang sangat panjang, akhirnya istrikupun berangsur angsur membaik.

Menurut orang pintar tersebut, istriku tidak sengaja meludahi dan menginjak sesajen yang ada di tempat yang kami kunjungi ketika di pulau bali.

Hal itulah yang akhirnya membuat dia menjadi tidak waras dan diikuti sampai sini.

Untuk mengobatinya, aku diharuskan kembali ke pulau bali demi menuntaskan prosesi penyembuhannya.

Karena tidak ada pilihan lain, akupun akhirnya menyewa supir untuk mengantarku kembali ke pulau tersebut.

Disana istriku kembali diobati, dan setelah beberapa hari, akhirnya akupun diperbolehkan untuk pulang karena istriku yang sudah dianggap sembuh dari gangguannya.

Akhir cerita, Kini istriku sudah bisa beraktifitas lagi seperti biasanya. Tapi sayangnya, sekarang dia bisa dikatakan berubah menjadi lebih pendiam dari sebelumnya.

Namun aku terus berusaha menuntunnya agar dia selalu dekat dengan sang maha pencipta agar dia bisa kembali ceria seperti sedia kala. 

---SELESAI---

1 Komentar

  1. Merkur 37C Safety Razor Review – Merkur 37C
    The Merkur 37c is an excellent febcasino.com short handled DE safety razor. https://deccasino.com/review/merit-casino/ It ford escape titanium is more suitable for both herzamanindir.com/ heavy and non-slip hands https://febcasino.com/review/merit-casino/ and is therefore a great option for experienced

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama